Sabtu, 14 Juni 2014

My Umroh Trip 2013


Umroh adalah berkunjung ke Kabah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Alhamdulillah pada tanggal 21 Mei 2013 saya diberikan kesempatan oleh Allah untuk datang berbadah langsung dirumah-Nya.

Perjalanan dari Indonesia menuju Mekkah berkisar 8 - 9 jam dengan menggunakan pesawat dan langsung mendarat di Bandara King Abdul Aziz. Waktu itu seingat saya, take off jam 2.00 WIB dini hari dari Bandara Soekarno Hatta dan sampai di Bandara King Abdul Aziz jam 7 pagi waktu setempat. Sepanjang perjalanan mata dan hati ini di buat takjub... karena 7 jam saya habiskan dengan tidur, saat membuka mata dan melihat pemandangan yang terlihat hanyalah gurun pasir yang membentang luas tanpa ada pepohonan.

Pemandangan Dari Jendela Pesawat

Akhirnya setelah 8 jam an berpegal dipesawat sampai lah saya di Bandara King Abdul Aziz, ketika mencapai pintu keluar pesawat, udara yang panas kering sangat menyengat mata dan hidung saya. Masyallah luar biasa suhu pada saat itu mencapai 38°C.. Setelah menyelesaikan segala macam yang berhubungan dengan migrasi, kami dibawa ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat.  Miqat dalam bahasa yang sederhana adalah mengucapkan niat beribadah umroh sambil menggunakan pakaian ihrom dan sudah siap menghindari larangan umroh.

Halaman Mesjid Bir Ali

Perjalanan selama kurang lebih 1 - 2 jam pun dilanjutkan untuk menuju kota Mekkah. Masyallah... tidak berhenti sepanjang jalan saya takjub dengan tempat ini. Sejauh mata memandang hanya ada gurun pasir, batu hitam dan gunung pasir. Sesekali saya melihat tornado kecil, segerombol unta dan segerombol domba mencari makan. Berbeda sekali dengan pemandangan di Indonesia, dimana kemana pun kita melihat pasti melihat yang hijau hijau. Disana sangat sulit melihat pohon dan rumput.. Adapun rumput tapi sudah mengering dan mati. Gersang amat sangat tandus.. 
Pemandangan Sepanjang Jalan 

Beberapa menit kemudian karena beberapa jamaah yang kebelet, kami pun berhenti sebentar di rest area. Saya turun dan berkeliling. Sekali lagi saya dibuat kaget karena pedagang disana bisa berbicara bahasa Indonesia dengan lancar, ternyata karena memang sifat orang Indonesia itu Shopaholic yang ga dimana mana pasti belanja dan jajan sampe sampe orang sana itu katanya kalau mau sukses berdagang harus bisa bahasa Indonesia supaya dagangannya laku.. hehe. 



Perjalanan pun kembali dilanjutkan.. Akhirnya kami sampai didepan hotel. Kami pun masuk dan bersiap untuk melakukan ibadah umroh. Jarak antara hotel dan Mesjid Harram kira-kira 500m. Jantung saya berdegup kencang.. Sepanjang jalan saat berjalan kaki menuju masjid sambil mengucapkan "Labbaik Allahuma labbaik, Labbaika la syarikalaka labbaik. Innal hamda wanni' mata laka wal mulka, La syarikalak" hari saya rasanya campur aduk antara tak tenang, deg degan dan senang karena seakan tidak percaya saya diundang oleh Allah langsung datang kerumahnya untuk beribadah.

 Halaman Depan Mesjid Al-Harram

Setelah membaca doa masuk mesjid, kami pun masuk kedalam mesjid. Perlahan dari kejauhan akhirnya kabah yang biasanya hanya bisa saya lihat difoto ataupun disajadah, bisa saya lihat langsung. Masyallah..... rasanya bahagia, sedih, terharu, segala macam campur aduk. Kabah Begitu megah, kokoh, besar, indah, luar biasa
Kabah

Lalu setelah tawaf mengelilingi kabah sebanyak 7 kali, kami menuju ke bukit safa dan marwah untuk melakukan sai' sebanyak 7 putaran dan diakhiri dengan tahalul atau memotong sebagian dari rambut kami. Alhamdulillah.... umroh pertama telah saya laksanakan. Salah satu rukun islam telah saya tunaikan.