Tampilkan postingan dengan label Mekkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mekkah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Agustus 2014

My Umroh Trip 2013 : Ziarah Kota Mekkah

Biasanya jemaah umroh pada hari kedua atau ketiga di kota Mekkah akan diajak oleh travelnya ziarah berkeliling dikota Mekkah. Tujuan ziarah bisa bermacam-macam, namun kebanyakan akan dibawa ke Jabal Tsur, Arafah, Mina, dll.

  • Jabal Tsur
Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys.
Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.
Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua. Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.
Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ”Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.
       Saya, Mamah dan Ade berpose depan Jabal Tsur

 Hehe maafin culun abis :D

Mom & Dad

  • Arafah
Nah setelah dari Jabal Tsur, biasanya jemaah dibawa ke Arafah. Jaraknya ga jauh.. kira-kira perjalanan kurang dari 15 menit juga udah nyampe. Arafah itu tempat dimana setiap musim haji menjelang tanggal 9 Dzulhijjah Arafah didatangi umat Islam dari seluruh dunia untuk melakukan wuquf. Di padang pasir ini terdapat sebuah bukit batu yang bernama Jabal Rahmah. 
Di atas bukit batu ini terdapat tugu putih yang dibangun untuk mengenang peristiwa sangat penting bagi umat manusia, yaitu pertemuan yang sangat mengharukan antara kedua nenek moyang manusia, Nabi Adam dan Siti Hawa setelah turun daru surga dan dipisahkan oleh Allah SWT selama 200 tahun.
Sayangnya, dasar orang Indonesia.. kampungnya keterlaluan, banyak banget yang nulis nulis di batu malah buaaaanyaaaak banget yang nulis nulis di tugu tersebut. Sebenernya pemerintah Saudi udah geram banget sama kelakuan orang-orang kita yang hobi nulis nama di tempat bersejarah. Bikin kotor.... ah ya emang dassaaaar dasar orang Indonesia susah banget ngilangin kebiasaan itu. Dulu nya sih itu tugu di cat warna putih, tapi gara gara banyak yang coret coret, tugu itu sekarang warna nya item putih. Di bagian bawahnya item dan bagian atasnya putih.
Daaan lagi lagii... kayanya emang bawaanya di Arab, yang kemana pun kita pergi itu tempat makbul doa, apalagi ini tempat ketemunya Nabi Adam dan Siti Hawa, pembimbing kami memberitahu kalau minta doa disini tentang jodoh. Hehe insyaallah bakal kekabul doa nya.

 Arafah

 Tugu putih tepat dimana Nabi Adam dan Siti Hawa Ketemu

 Keturunan Adam Hawa hehe
Mom & Dad dengan latar belakang unta
Oh iya!!! Sekedar info, jangan penah mau difoto sama orang sana soalnya kalau minta bayaran LUAR BIASA MAHAL GAK KETULUNGAN. Masa dengan modal kamera polaroid yang udah jadul dan hasil yang ga begitu bagus, satu foto aja bisa sampe 50-100 real. SEMBARANGAN BANGET KAN?? Udah gitu minta nya maksa banget. Pernah saya liat orang Indo yang kayanya gatau, terus mereka difoto sama tukang foto sana, dan ketika minta bayaran 100 real kan otomatis langsung emosi foto gitu doang mahal banget. Mereka bertengkar ampe mau tonjok2an dan ngejurungin ke bawah gunung. Bahaya banget -__- mau ga mau kan harus bayar. Jadi pengalaman yaa... jangan mau difotoin sama orang sana. Selain itu, tuuuh itu unta yang ada dibelakang mama dan papa saya, kalau emang punya budget lebih ya silahkan kalau mau naik. Tapi kalau sekedar iseng dan emg budget pas pasan, ga usah naik ya.... soalnya samaa.. ga kira2 pas minta bayarannya. Duh..




  • Mina
Setelah berdoa dan foto-foto di Arafah biasanya kita dibawa ke Mina. Disana biasanya jamaah tidak diizinkan untuk turun. Karena emang ga ada yg turun juga sih hehe.. Soalnya ini tempat dipake dan dipenuhi jamaah ketika musim haji aja. Disini tempat dimana kita ngelempar jumroh, motong qurban, dan segala kegiatan yang berhubungan dengan haji. 

Tenda yang digunakan jemaah haji pada saat miqot

  • Gua Hira
Ziarah terakhir biasanya berakhir di Gua Hira. Namun..... biasanya juga jamaah tidak turun dan ziarah ke atas gunung hari itu juga. Karena lumayan, perjalanan dari bawah bukit sampe nyampe diatas bukit bisa memakan waktu 4 jam lebih. Selain itu juga, tidak semua jemaah mampu untuk sampe keatas. Dan alhamdulillah dua kali saya umroh, belum pernah saya naik ke puncak :( yaa mudah mudahan nanti kalau kesana lagi bisa ke Gua Hira. Karena saya penasaran banget pengen tau seperti apa tempat dimana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali nya.
Gua Hiro (Pic taken by my bro)

Sabtu, 14 Juni 2014

My Umroh Trip 2013


Umroh adalah berkunjung ke Kabah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Alhamdulillah pada tanggal 21 Mei 2013 saya diberikan kesempatan oleh Allah untuk datang berbadah langsung dirumah-Nya.

Perjalanan dari Indonesia menuju Mekkah berkisar 8 - 9 jam dengan menggunakan pesawat dan langsung mendarat di Bandara King Abdul Aziz. Waktu itu seingat saya, take off jam 2.00 WIB dini hari dari Bandara Soekarno Hatta dan sampai di Bandara King Abdul Aziz jam 7 pagi waktu setempat. Sepanjang perjalanan mata dan hati ini di buat takjub... karena 7 jam saya habiskan dengan tidur, saat membuka mata dan melihat pemandangan yang terlihat hanyalah gurun pasir yang membentang luas tanpa ada pepohonan.

Pemandangan Dari Jendela Pesawat

Akhirnya setelah 8 jam an berpegal dipesawat sampai lah saya di Bandara King Abdul Aziz, ketika mencapai pintu keluar pesawat, udara yang panas kering sangat menyengat mata dan hidung saya. Masyallah luar biasa suhu pada saat itu mencapai 38°C.. Setelah menyelesaikan segala macam yang berhubungan dengan migrasi, kami dibawa ke Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat.  Miqat dalam bahasa yang sederhana adalah mengucapkan niat beribadah umroh sambil menggunakan pakaian ihrom dan sudah siap menghindari larangan umroh.

Halaman Mesjid Bir Ali

Perjalanan selama kurang lebih 1 - 2 jam pun dilanjutkan untuk menuju kota Mekkah. Masyallah... tidak berhenti sepanjang jalan saya takjub dengan tempat ini. Sejauh mata memandang hanya ada gurun pasir, batu hitam dan gunung pasir. Sesekali saya melihat tornado kecil, segerombol unta dan segerombol domba mencari makan. Berbeda sekali dengan pemandangan di Indonesia, dimana kemana pun kita melihat pasti melihat yang hijau hijau. Disana sangat sulit melihat pohon dan rumput.. Adapun rumput tapi sudah mengering dan mati. Gersang amat sangat tandus.. 
Pemandangan Sepanjang Jalan 

Beberapa menit kemudian karena beberapa jamaah yang kebelet, kami pun berhenti sebentar di rest area. Saya turun dan berkeliling. Sekali lagi saya dibuat kaget karena pedagang disana bisa berbicara bahasa Indonesia dengan lancar, ternyata karena memang sifat orang Indonesia itu Shopaholic yang ga dimana mana pasti belanja dan jajan sampe sampe orang sana itu katanya kalau mau sukses berdagang harus bisa bahasa Indonesia supaya dagangannya laku.. hehe. 



Perjalanan pun kembali dilanjutkan.. Akhirnya kami sampai didepan hotel. Kami pun masuk dan bersiap untuk melakukan ibadah umroh. Jarak antara hotel dan Mesjid Harram kira-kira 500m. Jantung saya berdegup kencang.. Sepanjang jalan saat berjalan kaki menuju masjid sambil mengucapkan "Labbaik Allahuma labbaik, Labbaika la syarikalaka labbaik. Innal hamda wanni' mata laka wal mulka, La syarikalak" hari saya rasanya campur aduk antara tak tenang, deg degan dan senang karena seakan tidak percaya saya diundang oleh Allah langsung datang kerumahnya untuk beribadah.

 Halaman Depan Mesjid Al-Harram

Setelah membaca doa masuk mesjid, kami pun masuk kedalam mesjid. Perlahan dari kejauhan akhirnya kabah yang biasanya hanya bisa saya lihat difoto ataupun disajadah, bisa saya lihat langsung. Masyallah..... rasanya bahagia, sedih, terharu, segala macam campur aduk. Kabah Begitu megah, kokoh, besar, indah, luar biasa
Kabah

Lalu setelah tawaf mengelilingi kabah sebanyak 7 kali, kami menuju ke bukit safa dan marwah untuk melakukan sai' sebanyak 7 putaran dan diakhiri dengan tahalul atau memotong sebagian dari rambut kami. Alhamdulillah.... umroh pertama telah saya laksanakan. Salah satu rukun islam telah saya tunaikan.